Simbiosis Parasitisme Yang Terjadi Pada Makhluk Hidup. Kamu Wajib Tahu!

Hijaz.id, Wawasan — Simbiosis Parasitisme adalah hubungan antara dua makhluk hidup, dimana satu diuntungkan dan satu lagi dirugikan. Organisme yang diutungkan biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding organisme yang dirugikan.

Simbiosis ini dapat menyerang manusia, hewan ataupun tumbuhan. Untuk yang diuntungkan disebut parasit dan yang dirugikan disebut inang.

Contoh Simbiosis Parasitisme

Contoh Simbiosis Parasitisme
Contoh Simbiosis Parasitisme

1. Cacing Pita dengan Manusia

Cacing pita dapat hidup didalam tubuh manusia sebagai parasit yang menyerap makanan dari usus manusia.

Cacing ini hidup didalam usus manusia dan mendapat makanan dengan menyerap sari makanan untuk dijadikan energi.

Dalam jangka panjang infeksi cacing pita dapat menyebabkan manusia kekurangan nutrisi.

Sebaiknya saat anda mengalami gejala kekurangan nutrisi, dapat memeriksakan diri ke dokter. Jika diketahui terinfeksi cacing pita maka dapat diberikan obat untuk membunuh cacing ini.

2. Cacing Tambang dengan Manusia

Cacing tembang juga dapat hidup didalam tubuh manusia. Larva cacing jenis N. Americanus masuk ke dalam tubuh manusia dan menembus pembuluh darah.

Parasit ini bergerak melalui aliran darah menuju jantung, lalu ke paru-paru, tenggorokan dan masuk kedalam usus saat tertelan di tenggorokan.

Larva ini menjadi dewasa dan menghisap darah dari dalam usus. Cacing ini menyerap darah melalui pori usus sehingga menyebabkan manusia mengalami penyakit anemia.

Baca Juga:   Herbivore: Pengertian, Ciri-Ciri, Bentuk Adaptasi, Rantai Makanan, dan Contoh

Hubungan ini menguntungkan cacing karena memperoleh makanan untuk pertumbuhannya.

Sedangkan manusia adalah inang yang dirugikan, kerena 1 cacing dewasa mampu menyerap hingga 1 cc darah perhari.

3. Kutu dan Inangnya

Kutu adalah salah satu parasit kecil yang menghisap darah inangnya. Kutu biasanya hinggap di kepala manusia atau di tubuh hewan, terutama hewan yang memiliki bulu.

Meskipun menghisap darah dalam jumlah kecil namun kutu sangat mengganggu inang yang ditumpanginya.

Kerugian inang adalah rasa gatal dan tidak nyaman yang disebabkan oleh gigitan kutu. Dalam jumlah besar kutu juga dapat berbahaya karena dapat menimbulkan infeksi.

4. Panu pada Manusia

Panu disebabkan oleh jamur yang tumbuh pada kulit manusia.  Jamur panu mendapat keuntungan dengan mendapat tempat tinggal dan sumber makanan.

Jamur ini mendapat makanan dengan cara menyerap protein dari dalam kulit manusia. Sedangkan manusia sebagai inang mendapat kerugian karena merasa gatal.

Rasa gatal yang tidak nyaman tersebut jika digaruk berlebihan akan menyebabkan kulit terluka.

Daerah kulit terkena panu yang disebabkan jamur, dapat membuat bekas yang tidak enak dipandang mata.

5. Nyamuk dengan Manusia

Nyamuk memang tidak menetap lama ditubuh manusia, namun meskipun hanya sebentar gigitan nyamuk dapat menyebabkan rasa gatal.

Jenis nyamuk tertentu bahkan dapat menularkan penyakit, seperti penyakit malaria, DBD, dan kaki gajah.

Nyamuk mendapat keuntungan dengan menghisap darah manusia, sedangkan manusia dirugikan karena rasa gatal yang ditimbulkan dan penyakit yang ditularkan.

6. Benalu dengan Inangnya

Benalu adalah tumbuhan yang sering menumpang hidup dengan tumbuhan lain yang lebih besar. Benalu tidak memiliki akar sehingga untuk mendapat makanan, tumbuhan ini menumpang dengan tumbuhan lain.

Benalu menyerap makanan, air dan mineral dari tumbuhan inangnya, sehingga tumbuhan inang akan kekurangan nutrisi dan mengganggu pertumbuhannya.

Baca Juga:   Inilah Sejarah Pramuka yang Wajib Kamu Ketahui!

7. Lalat Buah dengan Buah

Lalat yang sering mengerumuni buah adalah jenis lalat buah parasit. Simbiosis parasitisme satu ini dapat merugikan petani buah.

Lalat ini akan menyuntikkan telur dan berkembang didalam buah sehingga membuat buah-buahan membusuk. Buah yang sering dihinggapi lalat buah seperti buah terong, melon, tomat, cabai, pare, timun, nangka, jeruk, jambu dan buah lainnya.

Larva lalat buah dapat merusak daging buah dan membuat buah menjadi busuk, sehingga buah runtuh sebelum matang.

Saat satu tumbuhan terserang lalat buah sebaiknya segera diberantas, karena larva lalat dapat menyerang buah lainnya yang masih bagus.

8. Triatomine dan Manusia

Triatomine/kumbang barber adalah serangga yang ditemui di wilayah Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Serangga ini menempel pada manusia, lalu menggigit dan kemudian menghisap sari makanan dari manusia. Saat menghisap darah manusia serangga ini meninggalkan kotoran yang mengandung parasit Trypanosoma cruzy (T.Cruzy).

Serangga ini menyebabkan banyak penyakit berbahaya seperti trypanosoma cruzi, gagal jantung, pembesaran esofagus dan pembesaran usus.

Penyakit trypanosoma cruzi disebut juga penyakit cruzy, adalah penyakit berbahaya sehingga dikenal dengan penyakit AIDS kedua. Hal ini karena penyakit ini baru terdeteksi setalah 10 hingga 20 tahun setelah gigitan serangga ini.

9. Tikus dan Petani

Tikus adalah musuh besar para petani, karena serangan hama tikus dapat menurunkan hasil panen. Hama tikus dapat menyerang tanaman  yang belum di panen disawah atau di lumbung setelah tanaman dipanen.

Tikus mendapat keuntungan dengan memakan hasil panen petani, sedangkan petani mengalami kerugian karena hasil panen yang berkurang.

10. Rafflesia Arnoldi dan Inangnya

Rafflesia Arnoldi adalah bunga langka yang ditemukan pertama kali di Bengkulu, Indonesia.

Baca Juga:   Mengupas Tentang Istilah Generator

Bunga ini tidak memiliki batang dan akar sungguhan, sehingga untuk bertahan hidup harus merambat pada tumbuhan lain.

Bunga Rafflesia mengambil hasil fotosintesis dari tanaman inang, sehingga inang akan kehilangan sumber makanannya.

11. Tumbuhan Tali Putri dan Inangnya

Tali putri adalah tumbuhan parasit yang menyerap air, mineral dan nutrisi dari tumbuhan lain. Tumbuhan ini dalam jangka panjang membuat tumbuhan inang tertutup sehingga kekurangan cahaya.

Jika tumbuhan kekurangan cahaya maka tidak dapat berfotosintesis, menjadi layu, kering dan akhirnya mati.

12. Ilalang dan Tanaman Produksi

Ilalang adalah tanaman yang memiliki akar yang kuat sehingga dapat menembus bagian tanah terdalam.

Akar ilalang yang kuat dapat menjadi saingan bagi tanaman produksi dalam menyerap air, mineral dan unsur hara lainnya dari dalam tanah.

Parasit ini juga mengeluarkan senyawa alelopati, yaitu senyawa beracun yang mencegah tumbuhan lain berproduksi.

13. Lintah dengan Inangnya

Lintah biasanya hidup didaerah yang lembab. Lintah memperoleh makanan dengan menghisap darah dari inangnya.

Lintah dalam jumlah banyak dapat mengisap darah hingga inangnya kekurangan darah dan berujung kematian. Hewan ini hanya dapat dibunuh dengan cara dibakar, oleh sebab itu saat masuk ke dalam tubuh lintah akan sulit di basmi.

Simbiosis parasitisme dapat berbahaya, terutama jenis parasit yang menjadikan manusia sebagai inangnya.

Parasit ini dapat menyebabkan jenis penyakit tertentu yang membahayakan manusia. Manusia dapat mencegah simbiosis tidak menguntungkan ini dengan cara menjaga kebersihan dan rutin memeriksakan diri ke dokter.

Leave a Comment