Bagaimana Cara Menulis Surat Izin Sakit yang Benar?

Hijaz.id, Umum — Membuat surat izin sakit diharuskan saat kita membutuhkan waktu khusus untuk beristirahat. Surat izin ini umumnya diberikan kepada sekolah yang mana dari segi data kehadiran lebih rinci.

Mungkin tidak sedikit dari Anda masih merasa bingung, bagaimana cara membuat surat izin keterangan sakit yang baik dan benar. Sebab selama ini masih banyak sekali yang membuat surat izin dengan seadanya.

Di beberapa tempat misalnya sekolah yang memang memiliki peraturan agak keras, surat untuk izin sakit wajib ditulis secara benar. Baik tangan, ataupun diketik.

Kemudian wajib disertai tanda tangan penulis surat (orang tua/wali murid). Ada juga sekolah yang mewajibkan surat izin resmi dari dokter atau rumah sakit.

Seputar Surat Izin Sakit

Seputar Surat Izin Sakit
Seputar Surat Izin Sakit

Sekilas membuat surat izin keterangan sakit mudah saja, bukan? Apalagi bila peraturan izin sakit yang diberlakukan di tempat Anda cukup longgar atau tidak begitu meminta surat yang rinci dengan bukti jelas.

Tetapi banyak sekali tempat lain seperti sekolah ataupun kantor yang aturannya keras. Bahkan ada juga yang mewajibkan sang orang tua atau wali murid datang langsung.

Begitu juga dengan peraturan kantor dan tempat kerja. Tidak sedikit yang membuat aturan keras dengan mewajibkan pekerjanya memberi surat keterangan dari dokter bila sakit. Atau bisa juga izin sakit yang diberikan termasuk dalam jatah cuti.

Tentu akan terasa kurang menyenangkan. Maka surat izin sakit yang baik dan benar sangat dibutuhkan.

Selain tergantung pada peraturan, membuat surat izin libur sakit ini tergantung juga pada yang bersangkutan (orang yang mengalami sakit).

Baca Juga:   Struktur dan Unsur-Unsur dalam Membuat Resensi

Biasanya ada mereka yang cenderung memilih mendapat nilai minus daripada repot membuat surat, apalagi bila sakitnya tidak terlalu parah dan akan sembuh 1-2 hari saja.

Seperti nilai kehadiran sekolah atau pemotongan gaji libur tanpa keterangan jelas.

Fungsi Surat Izin Sakit

Untuk lebih jelas lagi apa saja fungsi atau kegunaan menggunakan surat izin dengan keterangan sakit, berikut ulasannya.

  • Menghindari Kesalah Pahaman

Adanya surat izin seperti izin sakit berfungsi untuk menghindari kesalah pahaman.

Mengalami atau terserang penyakit secara tiba-tiba memang bukan kehendak kita sebagai manusia, namun tetap ada peraturan dan kebijakan yang tidak boleh kita langgar. Seperti peraturan di sekolah, kampus, tempat kerja, dan perusahaan.

Dengan memberikan surat perizinan absen karena sakit, pihak sekolah dan tempat kerja jadi lebih memahami keadaan kita yang tidak mungkin masuk di hari tersebut.

Bila hanya sekadar pemberi tahuan melalui pesan singkat atau melalui teman, risiko pihak sekolah dan tempat kerja menjadi salah paham. Karena memang banyak sekali orang-orang kurang bertanggung jawab masalah kehadiran (absensi).

  • Memberi Kepastian

Surat izin keterangan sakit ini berfungsi juga dalam memberi kepastian. Contoh sederhana, Anda memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu dekat, tetapi ternyata Anda mengalami demam dan harus bedrest kurang lebih dua hari.

Dengan memberi surat izin, pihak tempat kerja Anda jadi lebih paham, kapan pekerjaan kira-kira bisa diselesaikan oleh Anda meski Anda sedang sakit.

Seperti akan diselesaikan satu minggu setelah libur sakit. Atau posisi Anda sementara bisa ditempati karyawan lain, ataupun pekerjaan Anda bisa coba dilempar ke karyawan lainnya.

  • Keterangan Kehadiran yang Tepat

Baik untuk keperluan absensi sekolah atau tempat kerja, surat izin sakit berguna dalam melengkapi data keterangan kehadiran kita.

Baca Juga:   Beginilah Struktur Penulisan Teks Prosedur. Kamu Harus Tahu!

Misalnya ketika sekolah, akan ada keterangan jumlah kehadiran beserta keterangan berapa kali tidak masuk sekolah beserta alasannya.

Menggunakan surat izin dengan keterangan sakit akan membuat data tersebut lebih tepat.

Tentu bila Anda tidak memberi surat keterangan sakit baik untuk Anda sendiri atau anggota keluarga Anda, maka data kehadiran ‘absen tanpa keterangan’ akan tertulis. Hal ini sekilas biasa saja, namun sebenarnya tidak baik juga.

  • Bentuk Sopan Santun dan Rasa Hormat

Memberikan surat untuk meminta izin sakit merupakan wujud dari sopan santun dan hormat. Sebab, artinya kita menyadari seberapa pentingnya aturan yang telah dibuat di setiap tempat. Serta betapa kita tidak bisa seenaknya bersikap.

Memberikan surat izin untuk sakit menjadi aturan sekaligus budaya yang sangat bagus untuk selalu dilakukan. Khususnya dalam membiasakan sikap sopan santun dan menghormati.

  • Sebagai Media

Menyampaikan pesan atau informasi dalam bentuk tulisan biasanya jadi satu alternatif yang dirasa efektif. Seperti menulis surat untuk memberi informasi sakit.

Surat izin sebagai media tulis yang sampai saat ini masih digunakan di berbagai kalangan dan lapisan. Baik dalam bentuk formal (diketik rapi), maupun semi formal (tulisan tangan).

Cara Menulis Surat Izin Sakit

Dalam menulis surat izin pemberitahuan sakit, terdapat tata cara yang umumnya digunakan.

Tata cara ini berupa surat izin semi formal yang bisa ditulis dengan tangan saja atau juga ketikan. Biasanya sekolah-sekolah cenderung meminta surat izin tulisan tangan langsung atau surat keterangan langsung dari dokter atau pun rumah sakit.

Tata menulis surat izin pemberitahuan sakit terdiri dari:

  1. Tanggal Surat
  2. Alamat Surat
  3. Salam Pembuka
  4. Kalimat Pembuka Surat
  5. Isi Surat
  6. Salam Penutup
  7. Nama Pengirim
Baca Juga:   Inilah Struktur dan Kaidah Kebahasaan dalam Teks Eksplanasi

Contoh penulisan surat izin pemberitahuan dan keterangan sakit yang ditujukan untuk sekolah bisa dilihat di bawah ini:

Bandung, 05 Juli 2019

Kepada:

Yth. Bapak/Ibu guru (Wali Kelas VII) SMP 3 Bandung

Di Tempat

Dengan hormat,

Saya orang tua dari siswa yang bernama:

Nama: Roni Septiana Putra

Kelas: VII SMP 3 Bandung

Alamat: Jalan Cipaganti, Bandung

Memberitahukan bahwa anak saya tidak dapat masuk sekolah dan hadir untuk mengikuti pelajaran seperti biasa pada hari ini, Jumat 05 Juli 2019 dikarenakan sakit gigi. Sehingga mengharuskan untuk beristirahat.

Maka dari itu saya meminta izin libur sakit kepada Bapak/Ibu guru. Saya harap Bapak/Ibu guru dapat memakluminya. Demikian informasi yang dapat saya berikan, atas perhatian Bapak/Ibu guru saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

(Tanda tangan asli)

Herlinda Rosiana

Anda bisa melampirkan surat izin libur sakit dari dokter jika memilikinya. Selain itu, Anda juga bisa menambah jumlah hari lama izin hari yang diinginkan bila memang membutuhkan waktu beristirahat lebih lama lagi.

Jangan lupa bubuhkan tanda tangan Anda pada surat izin sakit sebagai tanda bahwa surat tersebut merupakan surat asli.

Leave a Comment